Persepsi Remaja Yang Berhenti Merokok Dengan Studi Deskriptif
Keywords:
Deskriptif, Remaja, MerokokAbstract
Remaja adalah seseorang yang berusia 10-24 tahun atau belum menikah. Masa remja merupakan masa yang mengalami proses tumbuh kembang yang sangat pesat baik dari segi fisik, intelektual maupun psikologis. Remaja mempunyai rasa keingin tahuan yang tinggi, menyukai tantangan, menyukai hal-hal baru atau senang mencoba sesuatu yang baru. Salah satu yang disukai remaja adalah mencoba merokok. Merokok adalah suatu kegiatan menghisap asap tembakau yang dibakar. Banyak remaja yang mengkonsumsi rokok yang sudah menjadi kebiasaan setiap usia. Setiap orang yang merokok mengalami kecanduan sehingga sulit untuk berhenti merokok walapun sudah mengetahui dampak bahaya dari rokok. Beberapa fenomena yang dialami jika mau berhenti merokok, mulut terasa asam, tidak tidak sama teman dan dll. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui persepsi dan mengeksplor pengalaman remaja yang telah berhenti merokok. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan yang digunakan studi deskriptif dengan metode wawancara mendalam / in depth interview. Teknik pengambilan sampel yang digunakan itu purposive sampling dengan. Jumlah responden sebanyak 3 responden. Hasil penelitian ini didapatkan 4 tema yaitu: penyebab remaja merokok, alasan remaja berhenti merokok, upaya remaja dalam berhenti merokok, dan hambatan remaja berhenti merokok. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah awal remaja merokok disebabkan dari ingin coba-coba dan ikutan teman, sedangkan berbagai cara yang sudah dilakukan remaja untu berhenti merokok dengan mengalihan dan ada beberapa kendala yang ditemui untuk berhentik seperti ajakan teman untuk merokok. sehingga setiap remaja bisa berhenti merokok jika punya usaha dan kemauan.
Downloads
References
Abidin Zaenal, D. L. S. R. R. (2012). Penentu Keberhasilan Berhenti Merokok. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 8(1), 1–9.
Cahyo, dkk. (2012). Rokok, Pola Pemasaran dan Perilaku Merokok Siswa SMA/Sederajat di Kota Semarang. Media Kesehatan Masyarakat, Vol 11 No.
Creswell, J. W. (2014). Research Design: Quantitativ, and Mixed Methods Approaches (4th end). ANDI.
Fajar, R. (2011). Bahaya Merokok. Sarna Bangun Pustaka.
Reskiaddin, L. O., & Supriyati, S. (2021). Proses Perubahan Perilaku Berhenti Merokok: Studi Kualitatif Mengenai Motif, Dukungan Sosial dan Mekanisme Coping. Perilaku dan Promosi Kesehatan: Indonesian Journal of Health Promotion and Behavior, 3(1), 58. https://doi.org/10.47034/ppk.v3i1.4142
Rochka, M. M. (2019). Kawasan tanpa rokok di fasilitas umum. Uwais Inspirasi Indonesia.
Sari, E. M. (2018). Studi fenomenologi perilaku merokok pada siswa smpn 26 tebo tahun 2018. Jurnal Kesehatan dan Sains Terapan STIKES Merangin, 4(May 2017), 29–34.
Sari, S. M., Trisna, T., & Rasyid, T. A. (2019). Konsumsi Permen Susu Mempengaruhi Penurunan Konsumsi Rokok Pada Remaja. Jurnal Ners Indonesia, 9(1), 191. https://doi.org/10.31258/jni.8.2.191-202
Sitinjak, N. E., & Kurniajati, S. (2018). Perilaku berhenti merokok pada remaja menurut teori health belief model. jurnal stikes RS baptis kediri, 11, 2.
Sugiyono. (2016). metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan R&D. Alfabeta.
WHO. (2020). No Title.
Wulandari Ade. (2014). Karakteristik Pertumbuhan Perkembangan Remaja dan ImplikasinyaTerhadap Masalah Kesehatan danKeperawatannya. Jurnal Keperawatan Anak, 2.
Yashinta Gracylia Winoto, Kusyogo Cahyo, & ratih Indraswari. (2018). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Niat Berhenti Merokok Pada Siswa Perokok Smp X Di Kota Semarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal), 6(5), 814–821.
Published
How to Cite
Issue
Section
Copyright (c) 2022 Yohana Arvelia Eka Septa Yanti, Amalia Safitri, Ayu Sari; Debi Anggraini; Ketut Suryani, Lilik Pranata

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.